[Preambule]

Hampir saja aku nggak ingin lagi datang ke tempat ini. Terlalu banyak hal yang menyebalkan untuk diingat. Meskipun manis, tapi aftertaste-nya lebih pahit daripada obat puyer. Memang, kota ini terlalu megah untuk tidak ditinggali. Namun bukan lagi kemegahan yang kucari. Cukuplah setiap hari sejak usia 10 aku berjibaku dengan terik dan macetnya ibukota. Kukira dengan melanjutkan sekolah lagi di Yogyakarta sekaligus bekerja disana membuatku tidak perlu kembali … Continue reading [Preambule]

Simplicity

She wants it simple. Eating snacks without worry if she would be fat, and restock it again, put in in the jar. Wake up late and rushing to the office. But if it’s Sunday, she would be still in bed until noon. Laying down, read some magazine or comic books. Eat ice cream while queuing in cashier line. Walking around IKEA and buy nothing. Randomly … Continue reading Simplicity

Untuk Yang Tersayang

Berbuat baik sama orang sebenarnya adalah hal yang bikin makan ati. Satu, karena belum tentu orang itu juga baik sama kita. Dua, belum tentu juga kita dapat balasannya. Untuk apa berbuat baik sama dia kalau dia nggak berbuat hal yang sama ke kita? Tapi kalau semua orang berpikir seperti ini dunia bisa kacau. Saya pun sama. Sebenarnya paling malas memasang senyum diatas sakit hati, berbuat … Continue reading Untuk Yang Tersayang

Kalem

Pikir-pikir, kita hidup serba grasa-grusu. Kita mau apa-apa serba cepat. Seperti nggak bisa menunggu sebentar. Seperti terlalu banyak urusan kita sehingga tidak ingin sedetikpun dihabiskan menunggu. Menunggu memang menyebalkan. Bersabar juga mengesalkan. Ibadah kita buat cepat. Kendaraan kita selip kanan kiri. Lampu merah nyaris tidak ada gunanya. Kapan terakhir kali kita benar-benar tidak terburu waktu? Tidak perlu mendera dengan klakson ketika jalanan sedang macet. Bersedia menunggu … Continue reading Kalem

Jogja Buat Saya

Enam tahun masa kecil saya dihabiskan di kota pelajar, Jogja. Buat saya, merupakan sebuah paduan sempuran antara masa kecil dan kota Jogja. Katanya Jogja adalah kota cinta. Sekali kita pernah menghabiskan beberapa tahun tinggal disana, maka selamanya Jogja akan selalu menjadi kota yang kita rindukan, kita selalu akan ingin kembali untuk sekedar mengenang masa lalu. Karena tiap sudut kotanya indah dan penuh dengan kenangan yang … Continue reading Jogja Buat Saya

Menjadi Dewasa

Katanya, dewasa adalah ketika kita sadar bahwa Jerry is just a little bastard, while Tom is actually a house guard. Juga ketika paham bahwa meskipun nyanyiannya buruk dan suka menggebuk, Giant sesungguhnya seorang family man dan memiliki rasa setia kawan yang tinggi, berbeda dengan Suneo yang cenderung kikir dan egois. Contoh lain adalah ketika paham bahwa Disney Princess sama sekali tidak flawless. Kehidupan mereka justru … Continue reading Menjadi Dewasa

BELAJAR HIDUP

Di sekolah saya nggak diajarin untuk bayar pajak, bikin CV, menghadapi orang yang merugikan kita, atau cara berkelit ketika nggak bisa bayar hutang. Kalau kata Bapak saya, itulah gunanya waktu yang kita punya dalam hidup. Buat mempelajari itu semua. Dan karena itu pula Bapak nggak pernah kasih saya pressure soal urusan sekolah. Beliau insist bahwa saya harus banyak baca buku. Di sini saya mau share beberapa … Continue reading BELAJAR HIDUP