BODO AMAT

Saya habis kesel di commuter line. Pasalnya saya, pacar dan satu lagi teman saya naik di gerbong paling depan karena kami kebetulan memang berdiri di dekat pintunya. Karena tau itu adalah gerbong wanita (walaupun nggak ada tulisannya), maka kami jalan ke gerbong belakang. Lalu ada ibu-ibu bilang ke si pacar untuk pindah ke belakang, masalahnya ibu-ibu itu berbicara dengan nada protes. Lalu si pacar bilang “iya bu ini juga lagi jalan mau pindah gerbong.. selow”. Kata emak-emak nyebelin itu “yee selow tapi kok naik di sini.”. Saya nggak terima. Yeeeeee situ nggak lihat kita lagi jalan menuju gerbong belakang apa?
Kesel. Saya sudah di gerbong 2 tapi masih kesal. Sampai pulang juga kalau dipikir lagi Saya jadi kesal. Kalau boleh bilang, Saya rasanya kkeeeeessssalllllll! Saya nggak terima pacar Saya digituin. Sepele sih. Tapi Saya emang gitu. Suka nggak terima atas satu dan lain hal lalu Saya kesal sampai terbawa terus.
Tapi Saya lagi belajar untuk bodo amat. Blame it to my blood type, I am an O. Hehehe. Tapi Saya diajarkan untuk lebih bodo amat. Akhir-akhir ini Saya lumayan bisa mengendalikan buat lebih bodo amat kalau itu mengenai Saya sendiri. Misalnya dimarahin, kerjaan kantor dikomplain, ada yang nggak suka sama Saya, ngomongin Saya. Kalau itu Saya belajar buat masa bodo. Dulu Saya sangat berapi-api kesalnya. Tapi kalau dipikir-pikir, buat apa juga Saya kesal. Benar kata orang. “There are only 2 choices. Either you can solve it or not, but in the end it’s all over. So why worry?”. Mari dirunut lagi. Kerjaan Saya dikomplain? The worst case is Saya dipecat. Apakah Saya bakal mati karenanya? Nggak. Ada yang ngomongin Saya, apakah orang itu ngasih Saya kehidupan? Nggak. Will I let some people ruin my day? Padahal masih ada teman Saya dan keluarga, plus ratusan bahkan milyaran manusia disana, and you let one people makes you down?
Tapi kalau ada orang yang berlaku nggak enak, nggak sopan, atau apapun ke orang terdekat Saya, Saya nggak bakal terima. Padahal dia sendiri belum tentu dibuat kesal karenanya. Tampaknya Saya harus lebih keras lagi belajar buat ikhlas, dan sabar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s