SEBELUM LUPA

Sebelum Saya lupa untuk mengabadikan dan menyimpan dalam sebuah tulisan, ada baiknya Saya tulis sekarang. Sebelumnya Saya belum pernah menceritakan kepada satu orang pun, bahkan ke ibu Saya, karena Saya pikir Saya aneh. Dan hal yang ingin Saya ceritakan ini tidak masuk akal.

Jadi begini, kalau ada salah satu kata yang bisa mendeskripsikan diri Saya yaitu: paranoid. Kalau boleh dua kata: super paranoid. Saya orangnya gampang panik. Hal ini sering menjadi bahan tertawaan teman. Misalnya Saya menelepon ibu Saya 3x tidak diangkat, menunggu adik Saya yang besar mengantar adik Saya yang kecil, susah menghubungi bapak yang sedang dalam perjalanan antar kota, teman tidak ada kabar, pacar juga tidak mengabari. Sekarang sudah tidak sih, tapi pernah Saya mengalami situasi yang panik. Saya selalu berpikir kalau mereka mengalami hal yang buruk di jalan (naudzubillah :(). Menurut Saya itu logis, ya kan? Tapi menurut teman Saya tidak. Saya pikir memang berlebihan juga, misalnya waktu itu setelah mengantar Saya ke rumah jam 2 malam, pacar Saya tidak mengabari sampai pukul 2.45. Saya lantas menelepon, bukan teman, tapi orang yang lagi dekat sama teman Saya demi ‘ada temen ngobrol dan berbagi kepanikan’. Separah itu.

Apalagi mengenai diri sendiri. Saya juga berlebihan, terutama masalah kesehatan. Kalau hal ini belum bisa Saya hentikan sampai sekarang. Karena Saya juga belum tau penyebabnya apa.

Misalnya kepala Saya yang sering terasa berat. Dulu sambil menangis Saya mendatangi bapak dan mengeluh soal kepala Saya yang sakit. Tapi yang Saya ingat, selain khawatir tentunya, bapak cuma menyuruh Saya tidur, katanya Saya terlalu sering begadang. Sampai sekarang Saya kadang sering merasa kepala Saya berat. Bahkan Saya tidak tau apakah itu yang dinamakan pusing? Atau Saya benar-benar kurang tidur? Sayangnya Saya tidak bisa mengonsumsi obat tidur karena alergi obat. Dugaan Saya, Saya mengidap kanker otak. Hal ini terus ada di kepala Saya sejak Saya SMP. Namun seiring bertambahnya usia, Saya mencoba mengesampingkan hal itu dan berpikir positif. Mungkin Saya memang telat makan dan tidur terlalu larut.

Kedua dan ketiga adalah yang Saya alami (dan sadari) baru-baru ini. Saya pikir Saya Alzheimer, atau memiliki tanda-tandanya. Beberapa kali Saya lupa niat wudhu yang biasanya Saya baca di luar kepala. Saya juga lupa urutannya. Padahal kedua hal ini Saya lakukan sejak kecil, ibaratnya badan dan otak Saya otomatis bergerak sendiri dalam wudhu, anggota tubuh Saya sudah menghapal gerakannya.

Menurut http://www.news-medical.net/health/Alzheimers-Disease-Symptoms-(Indonesian).aspx gejala Alzheimer antara lain:

  • kehilangan memori

  • kebingungan tentang lokasi tempat yang akrab

  • lebih lama untuk menyelesaikan tugas sehari-hari

  • kesulitan menangani uang dan membayar tagihan

  • miskin penilaian yang mengarah ke keputusan yang buruk

  • hilangnya rasa spontanitas dan inisiatif

  • suasana hati dan perubahan kepribadian

  • peningkatan kecemasan

Saya potong beberapa supaya tidak bingung. Tapi semoga saja ini cuma ketakutan Saya sendiri.

Yang terakhir adalah, seiring bertambahnya usia, Saya sadar bahwa Saya ini punya kecendrungan OCD. Bukan OCD dietnya magician Indonesia itu, bukan juga ‘ono camilan dipangan’ (walaupun memang iya).. Tapi Obsessive–compulsive disorder.

Obsessive Compulsive Disorder (OCD) is a disorder of the brain and behavior. OCD causes severe anxiety in those affected. OCD involves both obsessions and compulsions that take a lot of time and get in the way of important activities the person values. (http://www.ocfoundation.org/whatisocd.asp)

Atau dalam penjelasan bahasa Indonesianya:

Penyakit Obsesif-Kompulsif ditandai dengan adanya obsesi dan kompulsi. Obsesi adalah gagasan, khayalan atau dorongan yang berulang, tidak diinginkan dan mengganggu, yang tampaknya konyol, aneh atau menakutkan. Kompulsi adalah desakan atau paksaan untuk melakukan sesuatu yang akan meringankan rasa tidak nyaman akibat obsesi.

Bukannya tidak bisa berantakan, tapi Saya senang segalanya teratur. Entah itu meja, lemari, atau kegiatan hari ini. Saya coba melakukan segalanya secara runut. Saya terlalu suka mengorganisir benda sesuai jenisnya (misalnya Saya benar-benar memisahkan kaos dengan kemeja, folder word dengan excel, laci berisi kertas dan laci berisi make-up). Dan jika semuanya tidak sesuai, mungkin tidak apa-apa, tapi Saya akan merasa SANGAT tidak nyaman. Semuanya harus rapi. Coba saja cek hp dan laptop Saya. You’ll find it very organized, because I like it that way.

Segalanya harus seimbang. Jarak poster yang saya tempel harus tepat, antara kanan dan kirinya harus sama. Saya pun rela menggunting ulang jika hasil guntingan Saya sebelumnya miring. Bicara soal seimbang, bahkan ada kebiasaan yang sangat mengganggu sejak kecil. Hal ini Saya lakukan sampai sekarang, namun Saya sudah bisa meminimalisir sedikit gangguannya. Yaitu, jika saya menyentuh tempat A dengan tangan kiri, maka tangan kanan Saya juga harus kut menyentuhnya. Jika tangan kanan Saya terkena panas, tangan kiri Saya juga harus merasakan. Jika telinga kanan Saya gatal, makan telingq kiri juga harus digaruk. Segitu menyebalkannya kan? Di kepala Saya juga selalu terngiang repetisi sebuah kalimat. Apapun itu. Malah ada masanya ketika Saya harus looping kalimat syahadat di kepala. Semata-mata karena ‘obsesi’. Aneh.

Jangan kira Saya senang melakukannya, karena saya juga sangat terganggu. Semua ini sangat tidak rasional, yet I still doing that. Namun Saya juga belum pernah membawa diri ke psikolog. Mungkin ada baiknya ya jika Saya mencoba konsultasi, apakah ada yang salah dengan otak dan pikiran Saya. Because it’s all getting weird and makes me mad.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s