SAYANG 1

Oh, Sayang, Sayang Butakah kau selama ini? Tidakkah kau rindu akan kesadikan? Dengan apa kau tutup kedua mata dan telinga? Bagaimana sanggup kau menutup mulut, tanpa tutur dan cakap, Bersenandung seolah pikulmu nihil? Oh, Schatz, Schatz Mengapa tak kau sesali Kiranamu ini? Nyatanya ia tak berpihak, Nyatanya kau dilabrak. Skak mat, kau tak kuasa bergerak. Advertisements Continue reading SAYANG 1

TATAP LAMA

Apa yang akan kita lakukan saat bertemu kekasih lama, cinta pertama yang menghabiskan hampir seluruh waktu kita dulu? Atau teman sekolah lama, yang bersamanya berani mencurangi ujian. Atau kawan lama, tempat berkeluh kesah dan orang yang akan menerima kita apapun keadaannya. Atau orang yang dikagumi namun lama tak bersua, seseorang yang pernah menjadi inspirasi sebelumnya. Berpelukan. Saling melempar senyum rindu. Saling berbagi tawa lama, yang belum … Continue reading TATAP LAMA

IRONI DUSTA

Apa yang akan kita pilih saat dihadapi 2 pilihan: Mengetahui kebohongan orang terhadap kita secepatnya atau memilih nanti-nanti saja taunya. Sebenarnya tergantung keadaan. Namun suka tidak suka, pilihan pertama terasa lebih bijak. Apakah dengan tau di kemudian hari akan meringankan beban ‘dibohongi’? Rasanya tidak. Apakah dengan tau di kemudian hari lantas kebohongan itu menjadi basi? Rasanya tidak. Mungkin orang yang memberitau kita bisa menenangkan dengan, “ah itu kan sudah … Continue reading IRONI DUSTA