Untuk Yang Tersayang

Berbuat baik sama orang sebenarnya adalah hal yang bikin makan ati. Satu, karena belum tentu orang itu juga baik sama kita. Dua, belum tentu juga kita dapat balasannya. Untuk apa berbuat baik sama dia kalau dia nggak berbuat hal yang sama ke kita?

Tapi kalau semua orang berpikir seperti ini dunia bisa kacau.

Saya pun sama. Sebenarnya paling malas memasang senyum diatas sakit hati, berbuat baik diatas cercaan. Sampai akhirnya saya, entah kapan dan bagaimana, menanamkan satu value ke diri sendiri. “Do good because I am good, not because people are good to me”. Sejauh ini berhasil. Saya merasa lebih baik karena berbuat baik.

Ini belum ketika keadaan mengharuskan saya bertemu dengan orang paling mejengkelkan sedunia. Teman yang pamer. Saudara yang congkak. Orang asing yang seenaknya.

Kemudian saya menutup diri. Saya pikir saya terlalu berharga untuk harus berbuat baik dengan orang-orang semacam itu. Serius. Buat apa? Kemudian value yang saya banggakan tadi luluh lantak.

Sampai berikutnya saya bertemu dengan seseorang yang saya sama sekail tidak mau effort untuk berbuat baik padanya. Karena saya pikir orang ini pun ada masalah dengan keluarga saya. Terlepas dari isi hati dan pikirannya, dia menyapa dan mengajak ngobrol saya dengan santai dan baik.

Lalu terlintaslah di ingatan saya betapa kedua orangtua saya tidak segan untuk berbuat baik bahkan kepada orang seperti itu. Bahkan ke penipu. Ke orang yang mengambil puluhan juta uang kami. Ke orang yang tidak mau mengulurkan tangannya ketika kami susah. Ke orang yang memfitnah. Ke orang yang bicaranya bullshit. Ke orang yang, bahkan saya heran, mengapa ia masih saja bangga bergelimang harta.

Mungkin saja bukan orangtua saya yang mendapat balasannya. Mungkin saja orang-orang tidak berperikemanusiaan ini tetap bersikap acuh tak acuh kepada ayah ibu saya. Tapi saya yang memetik efek baiknya. Kedua adik saya yang merasakan balasan kebaikan orang lain.

Saya mungkin tidak mendapat kebaikan yang sama seperti apa yang saya berikan ke orang lain. Namun saya percaya, nantinya orangtua, adik-adik, suami, anak-anak, cucu-cucu atau bahkan teman-teman terdekat sayalah yang akan mendapatkan timbal baik kebaikan tersebut.

Dan untuk mereka yang tersayang, saya sanggup melakukannya.

Advertisements

One thought on “Untuk Yang Tersayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s