[Preambule]

Hampir saja aku nggak ingin lagi datang ke tempat ini. Terlalu banyak hal yang menyebalkan untuk diingat. Meskipun manis, tapi aftertaste-nya lebih pahit daripada obat puyer. Memang, kota ini terlalu megah untuk tidak ditinggali. Namun bukan lagi kemegahan yang kucari. Cukuplah setiap hari sejak usia 10 aku berjibaku dengan terik dan macetnya ibukota. Kukira dengan melanjutkan sekolah lagi di Yogyakarta sekaligus bekerja disana membuatku tidak perlu kembali … Continue reading [Preambule]

Simplicity

She wants it simple. Eating snacks without worry if she would be fat, and restock it again, put in in the jar. Wake up late and rushing to the office. But if it’s Sunday, she would be still in bed until noon. Laying down, read some magazine or comic books. Eat ice cream while queuing in cashier line. Walking around IKEA and buy nothing. Randomly … Continue reading Simplicity