[Preambule]

Hampir saja aku nggak ingin lagi datang ke tempat ini. Terlalu banyak hal yang menyebalkan untuk diingat. Meskipun manis, tapi aftertaste-nya lebih pahit daripada obat puyer. Memang, kota ini terlalu megah untuk tidak ditinggali. Namun bukan lagi kemegahan yang kucari. Cukuplah setiap hari sejak usia 10 aku berjibaku dengan terik dan macetnya ibukota.

Kukira dengan melanjutkan sekolah lagi di Yogyakarta sekaligus bekerja disana membuatku tidak perlu kembali ke kota ini. Kukira dosen pembibing tesisku terlalu sayang padaku sehingga aku tidak perlu bekerja di media lain selain media lokal miliknya. Ternyata sayang itu berbagai bentuk, salah satunya adalah dengan merekomendasikanku ke kantor media Nasional yang bermarkas di Jakarta.

Sayang sekali aku tidak bisa lagi setiap hari bertemu cantiknya Tugu. Atau makan sate klathak. Atau semalaman ngobrol ngalor ngidul dan minum kopi joss di angkringan. Atau bikin orang iri dengan update lagi jalan di Malioboro, dan ini bisa kulakukan setiap hari. Ya Tuhan, aku bakal rindu sekali dengan Daerah Istimewa ini.

Aku hampir lupa rasanya stuck di jalan selama 2 jam, berjibaku di dalam angkutan kota, belum lagi menghadapi ketidaksabaran orang di jalan. Kota megah ini tidak lagi menarik. Lepas dari mall-nya yang sudah terlalu banyak dan hutan betonnya yang mewah, apa sih yang dilihat orang di Jakarta?

Setelah lulus dari kuliah, aku sempat berpikir untuk mengadu nasib di Jakarta. Betapa kerennya aku jika bekerja di daerah HI atau bilangan SCBD. Keluar masuk gedung kantor yang megah, dingin, wangi dan berpakaian casual smart yang stylish. Wiih.. belum lagi kalau sepulang kerja bisa mampir ke restaurant untuk fancy dinner bersama teman sekantor.

Tapi untung saja aku memilih untuk hijrah ke Yogyakarta. Rencana Tuhan memang sungguh sempurna. Meskipun sekarang aku harus kembali ke Jakarta lagi dan sempat mengutuk hal ini, aku, entah mengapa, begitu yakin bahwa sesuatu yang baik akan kembali hadir untukku.

… bersambung

*will continue this series soon. Title with “[]” is part of the series.

Advertisements

2 thoughts on “[Preambule]

  1. Siapa sih yg gak jatuh cinta sm yogya…2 bulan saja magang di yogya cukup buat bikin aku punya mimpi hijrah dan tinggal disana. 🙂
    Tp kerja di bilangan Sudirman atau SCBD kece jg sih, tp tetep yogya juaranya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s