Jakarta City Blues

Sejauh ini total waktu hidup yang saya habiskan di Jakarta adalah 13 tahun. Kalau sejak awal tinggal saya punya bayi, sekarang bayi saya itu sudah masuk SMP. Ini adalah beberapa hal yang saya rasakan ketika tinggal di ibukota: 1. Janjian jam 3 sore? Mungkin kamu harus berangkat jam 12 siang Karena bener-bener hanya Tuhan yang tau kondisi jalanan Jakarta. Jangan harap berangkat jam 2 sudah cukup. … Continue reading Jakarta City Blues

Pure 90s Gen

90s are everywheeeeeree. Padahal dulu saya nggak suka banget sama style-nya. Seriously that 90s tanktop? That loose shirt? Tapi sekarang kebalik 180 derajat. Those are there in my wardrobe. Tentunya selain style yang grunge, banyak orang yang bernostalgia dengan era 90s. Mungkin karena di tahun-tahun ini, anak yang tumbuh di tahun 90-an sedang mencari jati diri. Ini adalah eranya kita (karena saya juga) berusia 20an sampai 30an. We … Continue reading Pure 90s Gen

Ketika Kamu Menjadi Kita

Ketika kamu adalah kita, maka jangan salahkan jika lampu kamar dinyalakan. Padahal gelap menjadi pilihan pribadi. Seseorang teman di Facebook yang baru menambahkan saya dalam daftar friend listnya membuat status demikian. Intinya si teman ini tidak sabar menunggu ketika ‘kamu menjadi kita’. Dalam asumsi cinta kasih dengan lawan jenis, maka saya membuat hipotesa sendiri. Si teman ini tidak sabar menjadi satu dalam ikatan pernikahan dengan pacarnya … Continue reading Ketika Kamu Menjadi Kita

#JadiBaik

Hasil perbincangan singkat dengan teman saya cukup mengesankan. Bukan ngomongin orang lain atau menertawai kelakuan orang, tapi tentang agama yang sering dikaitkan dengan perilaku sehari-hari. Sebagi catatan, jelas, ilmu agama saya cetek, begitu pun dengan teman saya ini. Tapi benar adanya bahwa perilaku kita sehari-hari seharusnya punya pengaruh baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Jangan membunuh, jangan menghina, jangan merusak. Biarkan orang mengimani kepercayaannya, beri kebebasan … Continue reading #JadiBaik

Love Hate Relationshit

Saya benci banget sama transportasi di Indonesia. Sumpe. Sebel banget. Saya pernah baca artikel tentang seorang warga negara Singapura yang menjelaskan bahwa dia senang betul dengan transportasi di Indonesia. Perihal ini dia bandingkan dengan MRT di negaranya yang tepat waktu. Tapi bagaimanapun dia senang menemukan ojek yang murah dan bisa mengantarnya ke kantor dengan cepat. Supir taksi di Indonesia dengan hati besar akan membantu seorang … Continue reading Love Hate Relationshit

Problemnya si Mezzo

Enam tahun gabung di paduan suara, dan saya masih belum pernah menuliskan jenis suara di biodata saya di social media manapun. Konon, orang bakal dengan bangga menuliskan tempat kerjanya sekarang, kampusnya, movie they watched, songs they’re listening to, and so on. Nggak jarang juga kan, di bio Instagram kita lihat seseorang dengan keterangan ‘a blogger’ di bawah namanya. Atau ‘pianist, ‘drummer’, ‘CEO of…’, ‘fashion design student’. Kalau gitu harusnya saya bisa menuliskan ‘mezzo-soprano’ untuk … Continue reading Problemnya si Mezzo

Bukan Kebetulan

‘What a coincidence’ adalah kalimat yang sering banget saya omongin. Soal ujian yang keluar sesuai sama kisi-kisi? Coincidence. Dapet angkot yang nggak ngetem? Kebetulan. Dapet kesempatan buat nulis buat brand besar? ‘Yah, kebetulan saya dulu dapet kesempatan buat…’. Dan segala kebetulan-kebetulan lainnya yang sangat banyak. Secara nggak sadar, saya anggap semua itu kebetulan, dengan kata lain semua hal yang terjadi pada saya ini sebenarnya bukan ditujukan ke saya. kebetulan … Continue reading Bukan Kebetulan